Hydroponic

hidroponik-isma

Bumi kita saat ini telah banyak mengalami perubahan cuaca. Kondisi cuaca yang berubah mengakibatkan terjadinya musim kering serta hujan yang sangat ekstrim. Hal ini akan menimbulkan permasalahan produksi tanaman terutama pada lahan terbuka. Untuk mensiasati hal ini, beberapa para ahli telah mengembangkan beberapa teknologi untuk  memproduksi tanaman sayuran, buah dan tanaman hias. Teknologi ini dikenal dengan nama Hidroponik.

Hidroponik adalah metode bercocok tanam yang memanfaatkan air serta tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Tanaman dapat ditanam di dalam wadah dengan menggunakan air atau bahan porus lainnya seperti kerikil, pecahan genting, pasir, pecahan batu ambang dan lain sebagainya sebagai media tanamnya. Setelah kita mengetahui apa itu hidroponik, kita dapat mengembangkan budidaya hidroponik di lingkungan kita terutama di daerah pinggiran kota yang pemilikan lahannya sempit. Untuk keperluan hiasan, kita dapat merancang interior ruangan dalam rumah sehingga pot dan tanaman akan relatif lebih bersih serta kita bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik.

Kita dapat memulai menerapkan hal ini dari sekarang karena hal ini dapat mengantisipasi dan mengatasi permasalahan produksi tanaman terutama sayuran di luar musim. Tidak hanya itu, kita dapat mengurangi terjadinya pemanasan global.

Bagaimana melakukannya?? Berikut langkah – langkah menanam hidroponik secara sederhana :

  • Persemaian benih kecil : Untuk benih berukuran kecil seperti tomat, cabai, dan sebagainya cara persemaiannya berbeda dengan benih besar. Pertama siapkan wadah semai. Di tempat terpisah, tuangkan benih yang dicampurkan dengan pasir kering steril secukupnya dan diaduk merata. Lalu, tebarkan di atas permukaan media semai secara merata, kemudian ditutup dengan media semai tipis-tipis. Setelah itu, permukaan wadah semai ditutup dengan kertas tisu yang telah dibasahi dengan handsprayer lalu simpan di tempat gelap dan aman.Wadah semai sebaiknya dikenakan sinar matahari tiap pagi selama 1-2 jam agar perkecambahan tumbuh dengan baik dan sehat. Setelah benih mulai berkecambah, kertas tisu dibuang.
  • Perlakuan semai : Bibit kecil yang telah berkecambah di dalam wadah semai perlu disirami dengan air biasa. Penyiraman jangan berlebih, karena dapat menyebabkan serangan penyakit busuk.
  • Pembibitan : Setelah bibit berumur 15-17 hari perlu dipindahkan dari wadah semai ke pot pembibitan. Dengan cara mencabut kecambah di wadah semai (umur 3-4 minggu setelah semai) kemudian tanam pada lubang tanam yang telah dibuat pada pot pembibitan
  •  Transplanting/pindah tanam : Transplanting dilakukan dengan membalikkan pot pembibitan secara perlahan-lahan dan menahan permukaannya dengan jemari tangan (bibit dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah).
  • Penyiraman : Penyiraman dilakukan secara terus menerus, apabila media tumbuh dipegang dengan tangan terasa kering. Media tanam hidroponik bersifat kering sehingga penyiraman tanaman jangan sampai terlambat.
  •  Pemangkasan : Pemangkasan dilakukan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, tunas air, atau cabang yang terkena serangan penyakit. Pemangkasan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Misal pada tomat recento hanya dipelihara satu batang utama untuk produksi.
  • Pengikatan : Tanaman yang telah berada di wadah tanam selama 7 hari memerlukan penopang agar dapat berdiri tegak sehingga tanaman dapat tumbuh rapi dan teratur. Penopang tersebut diberikan dengan cara mengikat tanaman dengan tali (benang rami).
  • Pengendalian hama dan penyakit : Pengendalian dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan pestisida.
  • Pemanenan : Dalam pemanenan yaitu dengan cara menggunakan alat bantu pisau atau gunting panen. Cara panen yang benar dan hati-hati akan mencegah kerusakan tanaman yang dapat mengganggu produksi berikutnya.
  • Penanganan pasca panen : Perlakuan pasca panen sangat penting karena kualitas produk tidak dilihat dari hasil produksi saja, melainkan ditentukan oleh penanganan pasca panen, kemasan, sistem penyusunan, metode pengangkutan maupun selektivitas produk. Kerusakan produk  dapat mempengaruhi produk yang akan dijual.  

“Hidroponik Solusi Pertanian di Masa Depan”

Referensi :

http://redyprasdianata.blogspot.com/2013/04/teknik-budidaya-sayuran-secara.html

www.pustaka.litbang.deptan.go.id/bptpi/lengkap/IPTANA/fullteks/Pr-jtimB/PrjtimB4.pdf

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/DIANA_ROCHINTANIAWATI/BIOLOGY_TERAPAN/HIDROPONIK_SEDERHANA.pdf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s